APAKAH TANAMANKU TUMBUH BAIK?
“Sudah dirawat baik,
rutin disiram, dan selalu memberi asupan cahaya matahari tetapi kenapa daun tanaman saya berubah menguning, tumbuh kerdil, kurus, dan lain
sebagainya?”
Perlu kita ketahui, unsur hara merupakan elemen penting untuk
menopang pertumbuhan tanaman. Tanpanya, mustahil tanaman dapat tumbuh
optimal, bahkan besar kemungkinan tanaman akan mengalami kematian. Bisa
dibilang nutrisi tanaman ini merupakan bahan makanan utama bagi tanaman. Dengan
unsur-unsur tersebut tanaman mampu mencukupi kebutuhan hidupnya. Apabila
unsur hara tidak tersedia cukup bagi tanaman makan tanaman akan menunjukkan
gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanaman akan merana.
| Tambahkan teks |
Unsur
hara makro
Nitrogen
(N)
·
Gejala kekurangan nitrogen ditandai dengan warna daun berubah
menjadi hijau muda kemudian menjadi kuning sempurna, jaringan daun mati dan
mengering berwarna merah kecoklatan. Pembentukan buah tidak sempurna,
kecil-kecil, kekuningan, dan masak sebelum waktunya.
·
Cara penanganan kekurangan unsur nitrogen adalah dengan
menambahkan pupuk kimia berupa pupuk urea (N=46%), ZA
(N=21%), KNO3, NPK serta pupuk daun kandungan N tinggi.
Fosfor
(P)
·
Gejala kekurangan
fosfor ditandai dengan warna bagian bawah daun terutama tulang daun merah
keunguan, daun melengkung, dan terpelintir (distorsi). Tepi daun, cabang dan
batang juga berwarna ungu. Kekurangan unsur ini menyebabkan terhambatnya sistem
perakaran dan pembuahan.
·
Cara penanganan kekurangan unsur fosfor adalah dengan
menambahkan pupuk kimia SP36 (P=36%), pupuk NPK, MKP serta pupuk
daun kandungan P tinggi.
Kalium
(K)
·
Gejala kekurangan
kalium ditandai dengan mengerutnya daun terutama daun tua meski tidak merata,
tepi dan ujung daun menguning yang kemudian menjadi bercak coklat. Bercak daun
ini akhirnya gugur, sehingga daun tampak bergerigi dan akhirnya mati. Buah yang
terbentuk tidak sempurna, kecil, kualitas jelek dan tidak tahan simpan.
·
Cara penanganan
kekurangan unsur kalium adalah dengan menambahkan pupuk kimia KCl (K=52%), NPK, MKP, serta
pupuk daun kandungan K tinggi.
Sulfur
(S)
·
Gejala kekurangan
sulfur ditandai dengan warna daun muda memudar (klorosis), berubah menjadi
hijau muda, kadang-kadang tampak tidak merata, menguning atau keputih-putihan.
Pertumbuhan tanaman terhambat, kerdil, berbatang pendek, dan kurus.
·
Cara penanganan
kekurangan unsur sulfur adalah dengan menambahkan pupuk kimia ZA (S=20%),
Phonska (S=10%), serta pupuk daun yang mengandung unsur S.
Kalsium
(Ca)
·
Gejala kekurangan
kalsium ditandai dengan pertumbuhan kuncup yang terhenti dan mati, pertumbuhan
tanaman lemah dan merana, tepi daun muda mengalami klorosis, buah muda banyak
yang rontok dan masak sebelum waktunya, warna buah kurang sempurna.
·
Cara penanganan
kekurangan unsur kalsium adalah dengan menambahkan kapur dolomite (Ca=38%),
kalsium karbonat (Ca=90%), serta pupuk kalsium kandungan Ca 80-99%.
Magnesium (Mg)
·
Gejala kekurangan
magnesium ditandai dengan daun tua yang semula hijau segar berubah menjadi
kekuningan dan tampak pucat. Diantara tulang-tulang daun terjadi klorosis,
warna berubah menguning dan terdapat bercak-bercak berwarna kecoklatan,
sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau.
·
Cara penanganan
kekurangan unsur magnesium adalah dengan menambahkan pupuk kimia kieserite,
kapur dolomite (Mg=18%), serta pupuk daun yang mengandung unsur Mg.
Unsur hara mikro
Besi (Fe)
Gejala kekurangan besi ditandai dengan
warna kuning pada daun-daun muda, pertumbuhan tanaman terhambat, daun
berguguran dan mati pucuk, tulang daun yang berwarna hijau berubah kekuningan kemudian
memutih, pertumbuhan tanaman seolah terhenti.
Boron (B)
Gejala kekurangan boron ditandai dengan
tepi daun mengalami klorosis mulai dari bawah daun kemudian mengering dan
akhirnya mati. Pada tanaman bercabang, ruas tanaman memendek, batang keropos,
pembentukan cabang tumbuh sejajar berdampingan.
Tembaga (Cu)
Gejala kekurangan tembaga ditandai dengan
daun berwarna hijau kebiru-biruan, ujung daun secara tidak merata ditemukan
layu, terkadang terjadi klorosis meski jaringannya tidak mati, pertumbuhan
tanaman kerdil dan gagal membentuk bunga.
Mangan (Mn)
Gejala kekurangan mangan ditandai dengan
pertumbuhan tanaman kerdil, daun berwarna kekuningan atau kemerahan, jaringan
daun di beberapa tempat mati, serta biji yang terbentuk tidak sempurna.
Seng (Zn)
Gejala kekurangan seng ditandai dengan daun
tua berwarna kekuningan atau kemerahan, daun berlubang, mengering dan akhirnya
mati.
Molibedenum (Mo)
Gejala kekurangan molibdenum ditandai
dengan warna daun memudar, keriput dan mengering, pertumbuhan tanaman seolah
terhenti dan akhirnya mati
Adapun cara penanganan kekurangan unsur mikro adalah dengan
menambahkan pupuk organik yang tinggi, pemberian pupuk organik cair untuk
pemupukan susulan, serta penyemprotan pupuk daun dengan kandungan mikro
lengkap.
Bagaimana
sobat cerdas? Ternyata rutin menyiram dan selalu memberikan perawatan yang
baikpun dianggap kurang. Sobat harus memperhatikan ketersediaan unsurnya. Jadi,
siap melakukan budidaya pertanian organik?
“Delighting Organic Buffs”
Referensi:
https://pertanian.pontianakkota.go.id/artikel/52-unsur-hara-kebutuhan-tanaman.html
https://pusri.wordpress.com/2007/10/01/gejala-kekurangan-unsur-hara-bagi-tanaman/
https://unsurtani.com/2017/02/ciri-ciri-tanaman-kekurangan-unsur-hara-makro-dan-mikro
http://banahasan.blogspot.com/2016/12/defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman.html
Komentar
Posting Komentar