Hari ini kita akan
membahas mengenai cara memanen dan mengolah hasil tanaman kita. Tahukah kamu
bahwa sayuran merupakan produk mudah busuk sehingga diperlukanya penanganannya
yang baik mulai dari saat panen, sampai ke tangan konsumen. Jika sayuranmu
telah dipanen, tapi tidak ada perlakuan yang dapat menjaga atau meningkatkan
kualitas hasil tanaman maka kabar buruk bagimu! Oleh karena itu penanganan
pasca panen harus memperhatikan dan meminimalisir hal-hal yang menyebabkan
penurunan kualitas dan susut panen tanaman tersebut.
Panen
Panen sebaiknya
dilakukan pada saat tidak turun hujan dan berkabut. Bila dipanen ketika daun
masih basah, dapat menyebabkan daun rapuh, mudah rusak, dan mudah terinfeksi.
Panen dapat dilakukan pada waktu pagi, siang atau sore. Penentuan saat panen
yang tepat merupakan langkah awal dari upaya memperoleh kualitas hasil sayuran
yang optimal. Waktu panen sayuran umumnya dapat dilihat dengan hal-hal berikut
ini:
•Visual, yaitu dengan adanya
perubahan warna, perubahan bentuk dan ukuran, daun-daun mulai mengering dan
buah sudah berkembang penuh.
•Fisik, yaitu buah mudah dilepaskan
dari tangkainya, perubahan kekerasan daging buah dan meningkatnya berat jenis
buah.
Pasca panen
Dalam bidang
pertanian istilah pasca panen diartikan sebagai berbagai tindakan atau
perlakuan yang diberikan pada hasil pertanian setelah panen sampai komoditas berada
di tangan konsumen. Istilah tersebut secara keilmuan lebih tepat disebut Pasca
produksi (Postproduction) yang dapat
dibagi dalam dua bagian atau tahapan, yaitu pasca panen (postharvest) dan pengolahan (processing).
Penanganan pasca panen (postharvest)
sering disebut juga sebagai pengolahan primer (primary processing) merupakan istilah yang digunakan untuk semua
perlakuan dari mulai panen sampai komoditas dapat dikonsumsi “segar” atau untuk
persiapan pengolahan berikutnya. Penjagaan kualitas tanaman organik setelah
dipanen sangalah penting. Jadi ada beberapa langkah yang harus di lakukan untuk
penanganan hasil pasca panen produk organik antara lain :
•Pencucian produk dengan air yang
sudah lulus standar.
•Tidak mencampur produk selain produk
organik.
•Tempat penyimpanan dan kendaraan
pengakut harus terbebas dari OPT dan steril.
•Tidak diperbolehkan perlakuan kasar
terhadap produk untuk menghindari kerusakan.
•Kemasan harus bermutu food grade,
tidak boleh ada campuran timbal.
Penanganan pacsa
panen yang baik memiliki banyak keuntungan loh, diantaranya : Jumlah pangan
yang dapat dikonsumsi lebih banyak, lebih murah melakukan penanganan pasca
panen (misal dengan penangan yang hati-hati, pengemasan) dibanding peningkatan
produksi yang membutuhkan input tambahan (misal pestisida, pupuk, dll), risiko
kegagalan lebih kecil. Input yang diberikan pada peningkatan produksi bila
gagal bisa berarti gagal panen, menghemat energi, waktu yang diperlukan lebih
singkat, mencegah kehilangan nutrisi, dan mengurangi sampah, terutama di
kota-kota dan ikut mengatasi masalah pencemaran lingkungan.
Wah ternyata
penanganan yang benar untuk panen dan pasca panen sangat penting ya Sobat
Cerdas. Setelah mengeatahui informasi ini, semakin siap kan melakukan pertanian
organik?
Delighting
Organic Buffs
Sumber :
http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2009/11/penanganan_pasca_panen_hasil_pertanian.pdf
https://hamparan.net/pembudayaan-pertanian-organik/#Penanganan_Pasca_Panen
terimakasih infonya
BalasHapus