INILAH KEAMPUHAN DARI PESTISIDA NABATI! MUDAH DIBUAT, AMAN DAN TERBUKTI EFEKTIF
Pestisida nabati diartikan sebagai
suatu pestisida yang bahan dasarnya adalah tumbuhan. Relatif mudah dibuat
dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Bahan bakunya yang alami/nabati
membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable)
di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Serta relatif aman bagi manusia
dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang.
Pestisida nabati bersifat “pukul
dan lari” (hit and run), saat
diaplikasikan akan membunuh hama saat itu juga dan setelah hamanya mati,
residunya akan hilang di alam. Dengan demikian produk terbebas dari residu
pestisda sehingga aman dikonsumsi manusia. Pestisida nabati menjadi alternatif
pengendalian hama yang aman dibanding pestisida sintetis.
Pestisida nabati dapat berfungsi
sebagai:
1.
Penghambat
Nafsu Makan (Anti Feedant)
2.
Penolak (Repellent)
3.
Penarik (Atractant)
4.
Menghambat Perkembangan
5.
Menurunkan Keperidian
6. Pengaruh Langsung Sebagai Racun
7. Mencegah Peletakkan Telur
Bahan-Bahan Pestisida Nabati
Bahan-bahan yang dapat digunakan
untuk pembuatan pestisida nabati sangat banyak disekitar kita, diantaranya:
·
Bawang putih: Ekstrak bawang putih berfungsi
sebagai penolak kehadiran serangga. Minyak atsiri dalam bawang putih mengandung
komponen aktif yang bersifat asam.
·
Cabe rawit: mengandung senyawa kimia capsaicin
(8-methyl-Nvanillyl-6-nonenamide) serta senyawa yang mirip dengan capsaicin,
yang dinamakan capsaicinoids dapat berfungsi sebagai repellent terhadap kumbang
bubuk.
·
Tembakau: Daun tembakau mengandung nikotin.
Efektif untuk mengendalikan hama penghisap.
·
Daun Mimba: mengandung Azadirachtin, salanin, nimbinen dan
meliantriol. Efektif mengendalikan ulat, hama penghisap, jamur,
bakteri, nematoda dll.
·
Serai: Senyawa sitronela mempunyai sifat racun
dehidrasi (desiccant) dan racun kontak. Serangga yang terkena racun ini akan
mati karena kekurangan cairan. Di samping itu, daun serai juga bersifat penolak
(repellent) serta sebagai insektisida, bakterisida, dan nematisida.
·
Daun Sirsak: mengandung bahan aktif “Annonain dan Resin”. Efektif untuk mengendalikan hama “Trip”.
·
Rimpang Jariangau: mengandung “Arosone,
Kalomenol, Kalomen, Kalomeone, Metil eugenol, Eugenol”. Efektif untuk mengendalikan
“hama wereng coklat”.
·
Daun Pepaya: mengandung bahan aktif “Papain”, sehingga
efektif untuk mengendalikan “ulat dan hama penghisap”.
·
Biji Jarak: mengandung “Reisin dan Alkaloit”
, efektif untuk mengendalikan ulat dan
hama penghisap (dalam bentuk larutan). Juga efektif untuk mengendalikan
nematoda/cacing (dalam bentuk serbuk).
·
Pacar Cina: mengandung minyak atsiri, alkaloid,
saponin, flavonoin, dan tanin. Efektif
untuk mengendalikan “Hama ulat”.
Cara
Pembuatan dan Pengaplikasian Pestisida Nabati
Setelah memahami karakter dan
kandungan bahan baku yang akan digunakan, Sobat harus mempraktekkan. Sebelumnya
Sobat hanya perlu menyiapkan bahan baku apa saja yang tersedia di sekitar dan
amati serangan hama apa yang menyerang tanaman kalian. Ada dua cara mudah untuk
membuat pestisida nabati, yaitu:
• Perendaman untuk menghasilkan
produk ekstrak
• Penumbukan, pembakaran,
pengerusan, dan pengepresan untuk menghasilkan produk berupa pasta atau tepung
1. Ramuan untuk mengendalikan hama secara
umum:
Daun nimba 8
kg
Lengkuas 6
kg
Serai 6
kg
Deterjen atau sabun colek 20 g
Air 20
L
Cara membuat:
Daun nimba, lengkuas, dan serai di tumbuk atau
dihaluskan. Seluruh bahan diaduk merata dalam 20 L air lalu direndam sehari
semalam (24 jam). Keesokan harinya ramuan disaring menggunakan kain halus.
Larutan hasil penyaringan diencerkan kembali dengan 60 L air. Larutan sebanyak
itu dapat digunakan untuk lahan seluas 1 ha.
Penggunaan/Aplikasi:
Semprotkan larutan pestisida nabati yang telah dibuat
tersebut pada tanaman yang akan dilindungi dari serangan serangga/hama.
2. Ramuan untuk mengendalikan wereng cokelat:
Daun sirsak satu
genggam
Rimpang jeringau satu
genggam
Bawang putih 20
siung
Deterjen atau sabun colek 20 g
Air 20
L
Cara membuat:
Daun sirsak, rimpang jerangau, dan bawang putih
ditumbuk atau dihaluskan. Seluruh bahan dicampur dengan deterjen kemudian
direndam dalam 20 L air selama 2 hari. Keesokan harinya larutan bahan disaring
dengan kain halus. Setiap 1 L hasil saringan dapat diencerkan dengan 10-15 L
air. Larutan pestisida nabati ini siap digunakan untuk mengendalikan hama
wereng coklat.
Penggunaan/Aplikasi:
Semprotkan ketanaman yang terserang hama atau
dibagian bawah daun tempat biasanya hama.
3. Ramuan untuk mengendalikan hama trips pada
cabai:
Daun sirsak 50-100
lembar
Deterjen atau sabun colek 15 g
Air 5
L
Cara membuat:
Daun sirsak ditumbuk halus dicampur dengan 5 L air
dan diendapkan semalam. Keesok harinya larutan disaring dengan kain harus.
Setiap 1 L larutan hasil saringan diencerkan dengan 10-15 L air.
Penggunaan/Aplikasi:
Semprotkan cairan tersebut ke seluruh bagian tanaman
cabai, kususnya yang ada hamanya.
4. Pembuatan Pestisida Alami dari Daun Pepaya:
±1
kg daun pepaya (sekitar 1 tas plastik besar/ 1 ember besar).
Cara
pembuatan:
Menumbuk daun pepaya hingga halus.
Hasil tumbukan/rajangan direndam di dalam dalam 10
liter air kemudian ditambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gr detergen.
Hasil campuran, didiamkan semalam.
Menyaring larutan hasil perendaman dengan kain halus.
Penggunaan/Aplikasi:
semprotkan larutan ke tanaman.
Pestisida alami merupakan pemecahan
jangka pendek untuk mengatasi masalah hama dengan cepat. Pestisida alami harus
menjadi bagian dari sistem pengendalian hama terpadu, dan hanya digunakan bila
diperlukan (tidak digunakan jika tidak terdapat hama yang merusak tanaman).
Bagaimana Sobat
terbukti mudah, aman, dan hemat dikantong pastinya kan. Ayo kita praktekkan
bareng-bareng di kebun rumah. Jangan lupa sebarkan informasi positif ini!
“DELIGHTING
ORGANIC BUFFS”
Sumber:
o Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. 2020. Pestisida Nabati, Pembuatan dan Manfaat. BPTP Kalimantan Tengah. Diakses online pada 22 Juli 2020 http://kalteng.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi-mainmenu-47-47/teknologi/332-pestisida-nabati-pembuatan-dan-manfaat13.
o Setiawati, Wiwin., Rini Murtiningsih, Neni Gunaeni, dan Tati Rubiati. 2008. Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.
o Saenong, M. Sudjak. 2016. Tumbuhan Indonesia Potensial Sebagai Insektisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Kumbang Bubuk Jagung (Sitophilus spp.). Jurnal Litbang. Balai Penelitian Tanaman Serealia. 3. (35): 131-142.
Komentar
Posting Komentar