Apakah
tanaman juga membutuhkan makanan?
Apa
itu unsur hara?
Unsur hara atau nutrien adalah komponen yang sangat diperlukan oleh tanaman pada tanah. Tanah yang baik adalah tanah yang menyediakan unsur-unsur tersebut dengan lengkap untuk menunjang pertumbuhan bagi tanaman. Tanaman yang tumbuh di tanah tanpa komponen tersebut akan mengalami pertumbuhan yang tidak baik. Pertumbuhan yang tidak baik akan menghasilkan kualitas tanaman yang tidak baik pula, oleh karena itu nutrien bagi tanaman menjadi sangat penting.
Terdapat beberapa jenis unsur hara
yang dibutuhkan tanaman dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman ini memiliki
fungsi serta perannya masing-masing sebagai pendukung proses pertumbuhan pada
metabolisme tubuh tanaman tersebut untuk terus tumbuh dan berkembang. Pada pertengahan abad ke-19, seorang ilmuwan Jerman bernama
Baron Justus von Liebig berhasil mengemukakan peran unsur hara bagi pertumbuhan
dan reproduksi tanaman. Unsur-unsur hara ini disebut sebagai unsur hara
esensial.
Unsur
hara yang dibutuhkan tanaman dapat digolongkan dalam 2 bagian besar, yaitu :
Unsur Hara Makro
Unsur hara
makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak,
1. Nitrogen (N)
Nitrogen (N), pada periodik unsur
kimia ini yang merupakan unsur hara yang memiliki peranan penting dalam proses
pembuatan tunas dan daun-daun baru pada fase vegetatif disuatu siklus
pertumbuhan tanaman, Juga sebagai unsur yang membantu dalam proses zat hijau
pada daun, pembentukan protein, lemak dan senyawa organik lainnya. Namun fungsi
utama pada unsur hara nitrogen ini untuk membantu pertumbuhan pada keseluruhan
pada tanaman, khususnya pertumbuhan batang, percabangan dan daun. Kekurangan
pada unsur hara nitrogen ini sangatlah berdampak pada pertumbuhan
tanaman. Salah satunya ialah pertumbuhan tanaman akan terhambat yang
menyebabkan tanaman akan tumbuh lambat dan kerdil serta membuat tanaman tidak
mampu untuk berbunga.
2. Phosfor (P)
Phosfor (P) digunakan tanaman sebagai bahan mentah dalam
pembentukan sejumlah protein tertentu yang nantinya bermanfaat bagi tanaman
tersebut. Unsur ini merupakan suatu komponen penyusun dari beberapa enzim,
protein, ATP, RNA, dan DNA pada tanaman. Proses ATP berfungsi untuk
membantu dalam transfer sumber energi keseluruh tubuh tanamanm sedangkan proses
DNA dan RNA berfungsi sebagai pembentuk sifat genetik dari tanaman induk.
Unsur hara fosfor sangatlah berperan aktif untuk kesehatan perakaran pada
tanaman, membantu proses asimilasi dan pernafasan pada tanaman juga berfungsi
untuk mempercepat proses pembungaan, pemasakan biji serta pembentukan tumbuhnya
buah pada tanaman.
3. Kalium (K)
Kalium (K), merupakan salah satu
unsur pengatur berlangsungnya proses fotosintesis. Selain itu, berfungsi juga untuk
pembentukan protein dan karbohidrat bagi tanaman.
Selain dari itu, unsur kalium ini akan bekerja untuk memperkuat tubuh dari
tanaman tersebut agar daun, bunga dan buah pada tanaman tidak mudah mengalami
gugur atau kondisi gagal berbuah pada tanaman. Adapun unsur ini juga merupakan
sumber daya tahan tanaman apabila menghadapi situasi krisis seperti kekeringan
dan terserang penyakit.
Unsur hara kalium inilah yang bekerja untuk mempertahankan
kondisi tanaman tersebut agar dapat bertahan untuk tetap melangsungkan hidup.
4. Sulfur (S)
Sulfur terlibat dalam proses pembentukan protein, merupakan
komponen asam amino, cystine, thiamine, peptide, koenzim A dan vitamin B1.
Sulfur juga terdapat dalam glukosida yang memberi aroma dan citarasa khas
suatu tanaman. Peran lain dari sulfur adalah untuk mengurangi serangan
penyakit.
5.
Kalsium (Ca)
Kalsium berperan sebagai komponen yang memperkuat dan
mengatur daya tembus (permeabilitas) sel, merawat dinding sel, memacu
pertumbuhan tanaman karena aktif dalam pembelahan sel (mitosis) dan
perpanjangan sel (elongasi), berperan dalam pembentukan protein, pengangkut
karbohidrat ke bagian yang membutuhkan, serta berperan pada titik tumbuh akar.
6.
Magnesium (Mg)
Magnesium merupakan komponen atau inti pembentukan klorofil
(butir hijau daun), dan kofaktor beberapa
enzim dalam proses pembentukan protein.
Unsur Hara Mikro
Unsur mikro merupakan unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah relatif sedikit dibandingkan dengan kebutuhan unsur hara makro. Namun unsur hara mikro ini berperan sebagai unsur pendukung untuk menunjang keberhasilan pada setiap proses yang terjadi didalam metabolisme tanaman untuk tumbuh. Terdapat beberapa macam jenis pada unsur hara mikro, yaitu:
1. Khlor (Cl)
Unsur Cl ini berfungsi untuk membantu dalam proses fotosintesis serta terlibat langsung dalam proses osmosis pada tubuh tanaman (Pergerakan air dan zat terlarut lainnya yang terjadi didalam sel tanaman). Tanaman yang mengalami kekurangan unsur ini khususnya tanama sayur-sayuran dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal dengan terlihatnya daun kurang sehat dan warna daun menjadi berwarna tembaga. Sama halnya dengan ciri kekurangan unsur Cl yang terjadi pada tomat, gandum dan kapas.
2. Besi (Fe)
Unsur ini berperan dalam pembentukan klorofil atau zat hijau pada daun, juga berfungsi dalam pembentukan protein pada tanaman sekaligus sebagai aktivator dalam beberapa enzim pendukung. Unsur (Fe) ini bersifat antagonisme atau bertentangan terhadap unsur-unsur mikro lainnya, maka dari itu pada umumnya unsur Fe ini sering dikemas dengan kelat (Chelate) seperti EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid) atau dikemas dengan kelat EDDHA dengan nilai presentase kestabilan asam basa nya mampu menstabilkan Ph mencapai rank Ph tertinggi pada media tanam. Yang banyak kita jumpai dipasaran sebagai merek dagang dengan mencantumkan Fe-EDTA atau Fe-EDDHA pada kemasannya.
3. Mangan (Mn)
Unsur Mangan berfungsi sebagai aktivator dalam beberapa enzim respirasi juga sebagai reaksi metabolisme nitrogen dan proses fotosintesis pada tanaman. Kandungan unsur mangan diperlukan unutk mengaktifkan nitrat reduktase, sehingga tanaman akan membutuhkan sumber unsur nitrogen (N) dalam bentuk nitrat (NH4+) jika terjadi kekurangan unsur mangan pada tanaman. Fungsi utama dari unsur mangan ialah berkaitan langsung dalam terjadinya proses fotosintesis dengan terjadinya pelepasan ion elektron keudara dari air menjadi hidrogen dan oksigen. Tanaman memerlukan kandungan unsur mangan tersebut dalam jumlah kecil yang memiliki fungsi lain yang membantu dalam pembentukan vitamin C serta berperan penting dalam mempertahankan zat hijau pada daun tua, selain itu mangan bekerja untuk memicu pertumbuhan pucuk pada tunas baru tanaman.
4. Tembaga (Cu)
Unsur tembaga atau Cu berfungsi untuk membawa beberap enzim yang sekaligus dalam membantu kelancaran dalam berlangsungnya proses fotosintesis pada tanaman dimana proses fotosintesis tersebut merupakan proses pembentukan zat hijau pada daun atau sering disebut dengan pembentukan klorofil pada tanaman. Kekurangan unsur tembaga ini berdampak pada daun dan bunga dengan terlihat daun menjadi menggulung atau menguncup dan kerdil dengan ditandai awal terlihatnya warna daun menjadi hijau kebiruan yang akan berdampak terhambatnya pertumbuhan pada tanaman. Sebaliknya, pemberian unsur tembaga dengan dosis berlebih akan menghambat pembentukan perakaran yang ditandai dengan terlihatnya akar berwarna gelap serta akr menjadi menebal. Pada kondisi ini tanaman akan tumbuh kerdil dengan jumlah percabangan yang terbatas.
5. Seng atau Zink (Zn)
Fungsi unsur Zn ini hampir menyerupai dengan fungsi Mn dan Mg, Unsur ini berperan penting untuk membantu dalam proses fotosintesi pada tanaman sebagai pembentukan zat hijau pada daun. Kekurangan unsur Seng ditandai dengan lambatnya pertumbuhan pada tanaman, daun menjadi menggulung, kerdil, mengkerut, serta pendeknya jarak antar buku pada tanaman. Dampak lainnya terlihat dengan terjadinya kerontokan pada bunga, bakal buah yang menguning tidak normal, cenderung bentuk fisik buah yang membengkok atau tak beraturan, struktur buah pun menjadi lemas mengkerut.
6. Boron (B)
Unsur ini berperan dalam pengangkutan karbohidrat ke dalam tubuh tanaman. Dengan hal ini unsur ini juga membantu menggerakkan bagian-bagian tanaman untuk tumbuh aktif. Adapun peran lainnya adalah dalam pembelahan sel pada biji tanaman.
7. Molibdenum (Mo)
Unsur mikro yang terakhir
yaitu unsur Molibdenum dengan simbol (Mo) pada daftar periodik unsur kimia ini
berperan penting untuk membawa elektron dan mengubah unsur nitrat menjadi enzim
yang akan berpengaruh dalam proses fiksasi pada unsur nitrogen. Unsur molibdenum
ini dibuthkan tanaman dalam jumlah yang sangat kecil, namun jika tanaman
kekurangan unsur molibdenum ini akan terjadi klorosis pada daun tua kemudian
akan menjalar kedaun muda serta tunas muda pada tanaman membuat pertumbuhan
tanama menjadi tidak optimal.
Wah menarik ya sobat
cerdas. Ternyata tidak hanya manusia, tanaman juga membutuhkan tanaman. Terima
kasih sudah membaca tulisan ini. Mari belajar pertanian organik bersama kami.
“Delighting
Organic Buffs”
Referensi:
Komentar
Posting Komentar