SIAP BUDIDAYA
ORGANIK? BERIKUT BEBERAPA HAL YANG PERLU KAMU KETAHUI!
Halo sobat cerdas, tahu kah kamu bahwa dewasa ini masyarakat
dunia sudah mulai sadar akan bahaya dan dampak negative yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintesis dalam
bidang pertanian. Sehingga, orang semakin selektif untuk memilih bahan
pangan yang akan dikonsumsi baik secara kandungan gizi, aman, dan ramah
lingkungan. Akibat perubahan pola pikir tersebut menyebabkan perubahan juga
terhadap gaya hidup, “back to nature”
makin menggaung mengurangi dominasi pola hidup lama yang mengandalkan
penggunaan bahan kimia non alami, seperti pupuk anorganik, pestisida kimia
sintesis dan hormone tumbuh dalam produksi pertanian. Pangan yang sehat
dan bergizi dapat diproduksi dengan cara yang dikenal sebagai pertanian
organik. Yakni, produk yang dihasilkan tanaman memiliki kualitas lebih bagus
dan sehat dibanding produk pertanian konvensional. Selain itu lahan dan
lingkungan di sekitarnya tidak akan menerima dampak buruk seperti jika menggunakan
bahan kimia. Namun, apa yang perlu diperhatikan untuk mencapai pertanian
organik?
1. Persiapan
Benih atau Bibit
Benih atau bibit yang akan ditanam
harus berasal dari tanaman yang dibudidayakan secara organik. Hal ini karena
perlu diperhatikan karena benih atau bibit yang akan menentukan kualitas
pertumbuhan maupun perkembangan tanaman. Produk organik harus murni dari
tanaman yang dibudidayakan secara organik.
2. Kondisi
Lingkungan
Pastikan kondisi lingkungan bebas dari
kontaminan bahan kimia. Bertani secara organik tidak boleh bersamaan atau
berdekatan dengan pertanian lain yang tidak organik. Hal tersebut karena bahan
kimia yang digunakan mampu mencemari ataupun menginfeksi tanaman organik yang
dibudidayakan. Lahan yang masih tercemar juga harus melalui tahan konversi
sampai lahan bisa dikatakan layak untuk digunakan kegiatan bertani secara
organik.
3. Penanaman
Penanaman juga penting untuk
menciptakan pertanian organik yang berkelanjutan. Penanaman bisa dilakukan
secara polikultur atau melakukan rotasi tanaman. Selain itu juga bisa ditanam
tanaman yang mampu bertumpang sari untuk memaksimalkan pertumbuhan secara
alami.
4. Pengolahan
Tanah
Bertani secara organik juga harus
diperhatikan akar dapat menjadi media yang memiliki peran optimal. Pengolahan
tanah harus seminimal mungkin untuk memperkecil kerusakan tanah, seperti
pemadatan karena traktor. Selain itu pengolahan tanah harus mampu memicu
perkembangbiakan organisme tanah dan memperhatikan aerasi tanah.
5. Pemupukan
Pemupukan dilakukan harus dengan pupuk
organik. Jenis pupuk organik ini bisa bermacam-macam dan memiliki fungsinya
masing-masing. Pupuk organik bisa dibuat dengan bahan organik yang berasal dari
kebun, kotoran ternak, atau jerami yang diolah secara organik.
Bagaimana sobat cerdas?
Siap melakukan budidaya pertanian organik? Terima kasih sudah membaca tulisan
ini.
“Delighting
Organic Buffs”
Referensi:
https://thehijau.com/beberapa-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat-bertani-secara-organik/
Komentar
Posting Komentar