[HARGA PRODUK ORGANIK MAHAL! KOK BISA SIH?]
“Wajar organik mahal?
Aduh yang bener aja deh! Sama aja kali sama produk konvensional”
Halo Sobat Cerdas! Label "organik" pada produk pertanian
menandakan produk tersebut memperoleh pengakuan bahwa hasil dari pertanian yang
diusahakan tersebut benar-benar bebas dari berbagai residu bahan kimia. Untuk
mendapatkan label tersebut perlu proses yang cukup panjang dan biaya yang cukup
mahal loh, jadi wajar saja kan jika mahal. Apakah hanya itu yang membuat produk
organik lebih mahal? Tentu saja tidak. Apa saja itu? Yuk kita bahas bersama.
Harga
produk organik lebih mahal dibandingkan konvensional karena :
1. Stok masih sangat terbatas. Selain
belum banyak petani organik, tanah untuk menanam tanaman organik memerlukan
masa konversi yang cukup memakan waktu. Jika tanah sudah siap, maka sayur dan
buah yang dihasilkan akan sehat dan semakin baik mutunya.
2. Hasil panen relatif lebih sedikit,
karena buangan lebih banyak, yaitu sekitar 40 persen. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan
kualitas terbaik.
3. Butuh transportasi khusus, karena
produk organik tidak boleh dicampur dengan produk nonorganik.
4. Lahan organik memperhitungkan
benih, air bersih, cara menangani hama dan penyakit tanpa bahan kimiawi
sintetis. Untuk menghasilkan produk organik dari pertanian membutuhkan
investasi awal reklamasi lahan. Metode biasa untuk menghasilkan padi organik
membutuhkan 3 kali panen tanpa menggunakan pupuk kimia sintesis dan pestisida
buatan. Dalam proses ini petani harus membeli kompos atau pupuk organik dengan
harga yang lumayan menguras kantong petani.
5. Petani tanaman organik baru bisa
mencapai break even point
(BEP/kembali modal) setelah 3 - 4 tahun, karena butuh waktu untuk menyehatkan
tanah dan menghilangkan residu bahan kimia.
6. Biaya sertifikasi dan juga promosi
yang cukup berat. Mengapa berat? Mendidik konsumen untuk mengerti tentang
bagaimana proses produk pertanian organik, cara perlakuan dan juga hal-hal lain
membutuhkan biaya yang hampir memkana biaya 20% dari ongkos produksi. Maka
ketika harga sekilo beras organik Rp15.000 maka didalamnya ada biaya promosi
dan distribusi Rp5.000
7.Risiko usaha yang tinggi dihadapi
oleh para pelaku pertanian organik. Risiko kegagalan panen, kerusakan oleh
wabah penyakit, dan juga risiko alam berupa perubahan cuaca. Karena cuaca di
berbagai tempat di Indonesi sangat estrem. Bila panas maka akan terjadi
kekeringan yang luar biasa, sampai-sampai tanaman hangus tersengan cahaya
matahari. Bila musim hujan maka tanaman akan terendam oleh banjir. Risiko ini
tidak dicover oleh asuransi dan juga terkadang tidak dibantu oleh pemerintah.
Itu dia beberapa alasan mengapa
produk organik sedikit lebih mahal. Wah kini kita semakin lebih tahu yaaa.
Untuk info menarik lainnya akan kita bahas di postingan berikutnya ya.
Delighting
Organic Buffs
Sumber
:
https://www.beritasatu.com/nasional/259146-5-alasan-sayuran-organik-lebih-mahal-daripada-nonorganik
Komentar
Posting Komentar