PERTANIAN ORGANIK DILAKUKAN DALAM SKALA
BESAR?BISA.Hallo, Sobat Cerdas…
Sudah tahukah jika bertani secara
organik dapat dilakukan dalam skala luas dan bisa mendukung ketahanan pangan?
Pertanian organik
dengan persyaratan yang ketat dan adanya beberapa kendala, menjadikan sistem
pertanian ini cukup sulit dilakukan dan dianggap hanya bisa dilakukan dalam
skala kecil. Kendala dalam melakukan pertanian organik antara lain: pertanian
organik dipandang sebagai sistem pertanian yang merepotkan, ketrampilan petani
masih kurang, persepsi yang berbeda mengenai hasil, petani mengalami saat
kritis, lahan pertanian organik belum terlindungi (belum semua tersertifikasi),
pembangunan pertanian belum terintegrasi dengan pembangunan perternakan,
kegagalan menjaga kepercayaan pasar dan dukungan pemerintah yang masih kurang.
kendala dalam
menjalankan suatu usaha, memang umum terjadi, tapi ternyata tidak jarang yang
mengusahakan pertanian organik dalam skala besar lho…
Menjalankan sistem
pertanian organik dalam skala besar membuat biaya produksinya secara
berangsur-angsur akan menurun. Pada beberapa tahun awal memang akan membutuhkan
cost yang cukup besar karena harus
membiasakan tanah dengan penggunaan pupuk organik. Beralihnya tanah yang sudah
terbiasa mendapat tambahan unsur hara kimia, dan harus beralih ke penggunaan
bahan organik yang membutuhkan dosis tinggi, muatan pengangkutan lebih besar,
komposisi nya yang bisa membuat manfaatnya tidak konsisten, dan bisa membawa
patogen, telur serangga, benih gulma, menjadikan usaha pertanian organik pada
tahun-tahun awal belum bisa memenuhi terget hasil, cenderung pada tahun awal
belum bisa di lakukan penanaman. Tapi setalah beberapa waktu, usaha pertanian
organik secara luas sangat menguntungkan lhoo…
Selama ini,
pertanian organik lebih banyak diterapkan pada komoditas hortikultura seperti
sayuran dan buah-buahan. Buah dan sayur dengan mudah di budidayakan di rumah
atau dilahan dalam skala kecil, sehingga dapat menggiring persepsi masyarakat
bahwa pertanian organik belum mampu dikembangkan secara luas. Selain itu,
terkadang harga jual yang bisa 3x lebih mahal selain disebabkan karena kualitas
cara budidaya juga disebabkan karena masih terbatasnya produk organik. Produk
organik yang terbatas bukan berarti sulit dikembangkan untuk skala besar.
Pada komoditas
pangan cenderung jarang ditemukan bersertifikat organik, bukan berarti tidak
mungkin, namun dibutuhkan persiapan yang lebih matang mengingat komoditas
pangan merupakan kebutuhan utama. Contohnya pada tanaman padi yang masih sulit
untuk diterapkan secara organik karena hama penyakitnya cukup banyak dan sangat berbahaya
bagi produktivias. Pada usaha pertanian organik skala luas, setelah memenuhi
seluruh syarat pada kondisi lahan organik, hasil produk organik harga jualnya
dapat terjangkau bagi semua kalangan tapi tetap menguntungkan.
Adanya trend juga memberikan dampak positif
terhadap cara bercocok tanam secara organik yang lebih ramah lingkungan sekaligus
menghasilkan produk pertanian organik yang sehat dan berkualitas. Semakin
banyak masyarakat di seluruh dunia yang peduli akan keberlangsungan ekosistem
alam dan kesehatan manusia, maka sistem pertanian organik skala besar apabila
dilaksanakan sesuai dengan aturan maka akan menghasilkan pangan yang sehat bagi
tubuh, menjaga agar alam tetap lestari, serta dapat mendukung ketahanan pangan
sehat.
Pada skala luas, penanaman
secara organik umumnya menggunakan sistem polikultur atau menanam beberapa
jenis tanaman dalam satu lahan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan
kualitas hasil yang selaras dengan alam. Misalnya menanam sayuran dengan
tanaman leguminosa dan tanaman toga yang dapat membantu mengusir serangga hama
di sekitar pertanaman. Beberapa tahun terakhir telah banyak kelompok tani yang
mulai beralih ke pertanian organik. Seperti Kelompok Tani Citra Muda, Dusun
Sidomukti, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang membudidayakan
lebih dari 40 jenis sayuran organik sesuai dengan SNI 6729 pada luas lahan 10
Ha di lereng Gunung Merbabu.
Bagaimana? Sudah tertarik untuk
melakukannya?
Budidaya secara organik akan berhasil
apabila konsisten dalam penggunaan bahan alami dan mendapatkan dukungan dari
semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.
“DELIGHTING
ORGANIC BUFFS”
REFERENSI
https://evrinasp.com/pertanian-organik-dan-penerapannya/
https://repository.usd.ac.id/14108/2/042214038_Full.pdf
Hallo, Sobat Cerdas…
Sudah tahukah jika bertani secara organik dapat dilakukan dalam skala luas dan bisa mendukung ketahanan pangan?
Pertanian organik
dengan persyaratan yang ketat dan adanya beberapa kendala, menjadikan sistem
pertanian ini cukup sulit dilakukan dan dianggap hanya bisa dilakukan dalam
skala kecil. Kendala dalam melakukan pertanian organik antara lain: pertanian
organik dipandang sebagai sistem pertanian yang merepotkan, ketrampilan petani
masih kurang, persepsi yang berbeda mengenai hasil, petani mengalami saat
kritis, lahan pertanian organik belum terlindungi (belum semua tersertifikasi),
pembangunan pertanian belum terintegrasi dengan pembangunan perternakan,
kegagalan menjaga kepercayaan pasar dan dukungan pemerintah yang masih kurang.
Menjalankan sistem
pertanian organik dalam skala besar membuat biaya produksinya secara
berangsur-angsur akan menurun. Pada beberapa tahun awal memang akan membutuhkan
cost yang cukup besar karena harus
membiasakan tanah dengan penggunaan pupuk organik. Beralihnya tanah yang sudah
terbiasa mendapat tambahan unsur hara kimia, dan harus beralih ke penggunaan
bahan organik yang membutuhkan dosis tinggi, muatan pengangkutan lebih besar,
komposisi nya yang bisa membuat manfaatnya tidak konsisten, dan bisa membawa
patogen, telur serangga, benih gulma, menjadikan usaha pertanian organik pada
tahun-tahun awal belum bisa memenuhi terget hasil, cenderung pada tahun awal
belum bisa di lakukan penanaman. Tapi setalah beberapa waktu, usaha pertanian
organik secara luas sangat menguntungkan lhoo…
Selama ini,
pertanian organik lebih banyak diterapkan pada komoditas hortikultura seperti
sayuran dan buah-buahan. Buah dan sayur dengan mudah di budidayakan di rumah
atau dilahan dalam skala kecil, sehingga dapat menggiring persepsi masyarakat
bahwa pertanian organik belum mampu dikembangkan secara luas. Selain itu,
terkadang harga jual yang bisa 3x lebih mahal selain disebabkan karena kualitas
cara budidaya juga disebabkan karena masih terbatasnya produk organik. Produk
organik yang terbatas bukan berarti sulit dikembangkan untuk skala besar.
Pada komoditas
pangan cenderung jarang ditemukan bersertifikat organik, bukan berarti tidak
mungkin, namun dibutuhkan persiapan yang lebih matang mengingat komoditas
pangan merupakan kebutuhan utama. Contohnya pada tanaman padi yang masih sulit
untuk diterapkan secara organik karena hama penyakitnya cukup banyak dan sangat berbahaya
bagi produktivias. Pada usaha pertanian organik skala luas, setelah memenuhi
seluruh syarat pada kondisi lahan organik, hasil produk organik harga jualnya
dapat terjangkau bagi semua kalangan tapi tetap menguntungkan.
Adanya trend juga memberikan dampak positif
terhadap cara bercocok tanam secara organik yang lebih ramah lingkungan sekaligus
menghasilkan produk pertanian organik yang sehat dan berkualitas. Semakin
banyak masyarakat di seluruh dunia yang peduli akan keberlangsungan ekosistem
alam dan kesehatan manusia, maka sistem pertanian organik skala besar apabila
dilaksanakan sesuai dengan aturan maka akan menghasilkan pangan yang sehat bagi
tubuh, menjaga agar alam tetap lestari, serta dapat mendukung ketahanan pangan
sehat.
Pada skala luas, penanaman secara organik umumnya menggunakan sistem polikultur atau menanam beberapa jenis tanaman dalam satu lahan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hasil yang selaras dengan alam. Misalnya menanam sayuran dengan tanaman leguminosa dan tanaman toga yang dapat membantu mengusir serangga hama di sekitar pertanaman. Beberapa tahun terakhir telah banyak kelompok tani yang mulai beralih ke pertanian organik. Seperti Kelompok Tani Citra Muda, Dusun Sidomukti, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang membudidayakan lebih dari 40 jenis sayuran organik sesuai dengan SNI 6729 pada luas lahan 10 Ha di lereng Gunung Merbabu.
Bagaimana? Sudah tertarik untuk
melakukannya?
Budidaya secara organik akan berhasil
apabila konsisten dalam penggunaan bahan alami dan mendapatkan dukungan dari
semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.
“DELIGHTING
ORGANIC BUFFS”
REFERENSI
https://evrinasp.com/pertanian-organik-dan-penerapannya/
https://repository.usd.ac.id/14108/2/042214038_Full.pdf
Komentar
Posting Komentar