ROTASI TANAMAN
Halo
Sobat Cerdas! Pernah ga sih kalian melihat lahan yang luas yang ditanami 1
jenis tanaman saja? Misalnya sawah ditanami padi saja, jagung saja atau kedelai
saja. Tahu ga sih, sistem tanam seperti itu ternyata memiliki dampak yang
kurang baik loh! Apa saja? Yuk kita simak bersama!
Rotasi
tanaman atau pergiliran tanaman adalah penanaman dua jenis atau lebih secara
bergiliran pada lahan penanaman yang sama dalam periode waktu tertentu. Jenis
pola tanam ini memilii banyak manfaat. Pada beberapa sistem budidaya tanaman
organik, rotasi tanaman sangat direkomendasikan. Beberapa manfaat rotasi
tanaman adalah mampu mengurangi intensitas serangan hama atau penyakit,
meningkatkan kesuburan tanah, serta mampu membentuk ekosistem mikro yang
stabil. Disamping itu, beberapa jenis komoditas terutama jenis sayuran mampu
memenuhi permintaan pasar yang diinginkan.
Contoh sederhana dari rotasi dua jenis tanaman yang dapat diterapkan adalah dengan membudidayakan leguminosa sebagai sumber pupuk nitrogen sebelum penanaman jagung. Hal ini dikarenakan tanaman kacang kacangan atau leguminose akarnya mempunyai bintil bintil berisi bakteri yang mampu menambat nitrogen udara, sehingga nitrogen tanah yang telah diserap tanaman dapat diganti. Contoh lainnya yaitu dengan membudidayakan umbi-umbian sebelum penanaman jagung. Dengan cara tersebut sirkulasi kehidupan organisme tanah dapat berjalan dengan sangat baik dan tanah akan menjadi semakin subur dari tahun ke tahun. Lebih dari itu hama dan penyakit juga akan berkurang.
Pola Rotasi Tanaman
Untuk urutan rotasi tanamnya
adalah K-D-B-U (Kacang – Daun – Buah – Umbi). Mengapa dengan urutan sedemikian
itu? Berikut penjelasan masing-masing karakter tanaman tersebut.
Kacang-Kacangan
Daun-Daunan atau Sayuran
Yang dimaksud adalah
komoditas tanaman yang akan dipanen daunnya yang mana sebagian besar adalah
sayuran seperti bayam, kangkung, cousin, kubis, sawi, dll. Pertumbuhan daun dan
batang lebih identik dengan pertumbuhan vegetatif yang banyak memerlukan unsur
nitrogen. Dengan menempatkan urutan tanaman sayuran (daun-daunan) setelah
tanaman kacang-kacangan, tentu bagaikan gayung bersambut.Tanaman sayuran daun
akan merespon cepat dengan menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Itulah alasan
mengapa tanaman sayuran lebih bagus ditanam setelah tanaman
kacang-kacangan.
Buah-Buahan
Tanaman buah memiliki
karakteristik yang sedikit berbeda dimana ketika memasuki fase generatif, maka
ia tidak membutuhkan unsur nitrogen terlalu banyak.Pada saat berbunga tanaman
buah lebih membutuhkan unsur phospat dan saat berbuah tanaman buah lebih banyak
membutuhkan unsur kalium. Untuk itu tanaman buah seperti melon, semangka, timun
dll lebih cocok ditanam setelah sayuran.
Umbi-Umbian
Tanaman umbi-umbian
seperti ubi, singkong, kentang, bengkoang, talas dll adalah jenis tanaman yang
paling rakus menyerap unsur hara. Tanah yang ditanami tanaman jenis umbi akan
langsung mengalami penurunan kadar unsur hara secara signifikan sehingga kurang
subur.Untuk itu tanaman jenis umbi-umbian sebaiknya ditanam pada urutan
terakhir dan setelahnya ditanami kacang-kacangan untuk mengembalikan kesuburan
tanah. Contoh umbi yang bagus ditanam adalah ubi karena budidaya ubi
jalar sangat mudah dilakukan.
Delighting Organic Buffs
Referensi
http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/81853/PENTINGNYA-SISTEM-ROTASI-TANAMAN-DI-LAHAN-PERTANIAN/https://www.kompasiana.com/arianita0120/5a9ec734ab12ae390643e7e2/pentingnya-sistem-rotasi-tanaman-di-lahan-pertanian
https://ilmubudidaya.com/pola-rotasi-tanam-yang-benar
pertaniansehat.com
Komentar
Posting Komentar