Trend Konsumsi Produk Organik Meningkat!!! Inilah Alasan Kenapa Anda Harus Memiilih Konsumsi Produk Organik
Trend Konsumsi Produk Organik Meningkat!!!
Pertumbuhan bahan makanan organik di dunia terus meningkat dari tahun ke
tahun, termasuk di Indonesia. Pertumbuhannya mencapai 15-20 persen, didorong
peningkatan daya beli masyarakat. Masyarakat mulai menyadari, konsumsi makanan
sehat merupakan investasi atau tindakan preventif agar terhindar dari berbagai
penyakit kronis. DR. dr. Fiastuti Witjaksono, Spesialis Gizi Klinis dari FKUI
menjelaskan, meningkatnya kesadaran untuk hidup sehat di masyarakat, salah
satunya ialah pangan organik, jadi harus dimanfaatkan dengan baik.
Produk organik adalah hasil produksi yang bebas mengandung pupuk kimia,
pestisida sintetis, rekayasa genetika, ataupun radiasi selama proses
produksinya. Biasanya ciri yang paling bisa dilihat dari produk organik ini
adalah tercantumnya logo sertifikasi berwana hijau dalam setiap kemasannya.
Sobat ga perlu khawatir, produk organik ini gampang banget ditemuin. Jenis
produk organik yang sudah banyak tersedia di Indonesia adalah beras, buah dan
sayuran, ayam, telur, susu dan yogurt dan produk perkebunan (madu, kopi dan
vanila).
1. Buah-Buahan dan Sayuran Organik Kaya Nutrisi
Kandungan
nutrisi pada produk organik lebih terjaga dan benar-benar bisa memberikan
dampak positif bagi kesehatan tubuh. Sejumlah studi di University of California
juga telah menunjukkan bahwa, buah-buahan dan sayuran organik tertentu mungkin
memiliki tingkat yang lebih tinggi dari antioksidan. Para peneliti telah
melaporkan bahwa, tomat organik yang mengandung rata-rata 79-97 persen
flavonoid phytochemical yang dapat membantu mencegah penyakit jantung.
2. Pertanian Organik Mengurangi Paparan Terhadap
Pestisida Berbahaya
Sejumlah
penelitian telah menunjukkan bahwa, paparan beberapa pupuk sintetis yang
digunakan pada beberapa tanaman dapat berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebuah
studi yang diterbitkan dalam Jurnal BMC Neurology menemukan bahwa, orang
terpapar pestisida 1,6 kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit
Parkinson dibandingkan dengan mereka yang tidak.
3. Daging dan Susu dari Hewan yang Diberi Makanan
Organik Mengandung Lemak yang Lebih Sehat
Menurut studi
yang dilakukan di Inggris, peternakan organik cenderung menghasilkan susu dan
daging dengan tingkat yang lebih tinggi dari asam lemak omega 3 dan asam
linoleat terkonjugasi (CLA). Kandungan tersebut dapat mencegah beberapa jenis
kanker, membantu mengontrol berat badan, dan menurunkan kolesterol.
4. Pertanian Organik Melindungi Lingkungan
Selain
merugikan manusia, bahan kimia yang digunakan dalam pupuk sintetis dapat
memiliki konsekuensi negatif bagi lingkungan. Sebaliknya, praktik organik telah
ditunjukkan untuk melindungi tanah dan air serta mengurangi jejak karbon.
Secara
khusus, sistem praktik organik ini dapat menjaga sifat fisik, kimia dan biologi
tanah yang baik melalui cara pengelolaan tanah yang meminimalkan erosi, meningkatkan
kandungan bahan organik tanah serta mendorong kuantitas dan diversitas biologi
tanah.
5. Produk Organik Tidak Mengandung Organisme Hasil
Rekayasa Genetika (GMO)
Efek negatif
potensial sebagian besar tidak diketahui, tetapi beberapa penelitian
menunjukkan bahwa transgenik dapat membahayakan kesehatan. Beberapa penelitian
dengan hewan laboratorium telah mengaitkan makanan rekayasa genetika dengan
berbagai masalah kesehatan, termasuk reaksi alergi dan gangguan di hati,
ginjal, dan jantung.
6. Pertanian Organik Mendukung Kesejahteraan Hewan
Produk
peternakan akan tetap mempertahankan statusnya sebagai organik jika 85% (berdasar
berat kering) pakan ternak ruminansianya berasal dari sumber organik atau jika
80% pakan ternak non-ruminansianya berasal dari sumber organik sebagaimana diatur
dalam standar produk organik.
Disamping
itu, Pengelolaan peternakan organik harus memperhatikan beberapa hal
untuk kesejahteraan hewan, seperti:
·
Dilakukan dengan menggunakan metode pembibitan
(breeding) yang alami untuk meminimalkan stress.
·
Secara progresif menghindari penggunaan obat
hewan jenis kemoterapetika (termasuk antibiotik) kimia murni (chemical
allopathic), untuk mencegah penyakit.
·
Tidak diperkenankan pakan ternak yang berasal
dari binatang yang sejenis (misalnya tepung daging) guna menjaga kesehatan dan
kesejahteraannya.
Nah, itu dia
beberapa alasan pentingnya kita untuk mengkonsumsi produk organik. Bukan hanya
manusia saja yang merasakannya tapi di dalamnya berisi sistem yang kompleks yaa
Sobat. Jadi gimana Sobat, sepertinya tidak ada alasan untuk menolak
mengkonsumsi produk organik bukan?
“DELIGHTING ORGAANIC BUFFS”
Sumber:
·
Aliansi Organik Indonesia. 2019. Tren Konsumsi dan Gaya Hidup
Organik di Indonesia. Diakses secara online pada 5 Agustus 2020 https://aoi.ngo/web/tren-konsumsi-dan-gaya-hidup-organik-di-indonesia/.
·
Badan Standardisasi Nasional. 2016. Sistem
Pertanian Organik. Jakarta: SNI 6729.
·
Detik Health. 2012. 7 Alasan Kenapa Memilih
Makanan Organik. Diakses
secara online pada 5 Agustus 2020 https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-1830295/7-alasan-kenapa-memilih-makanan-organik.
·
Kompas. 2019. Permintaan Produk Organik di Indoensia
Meningkat. Diakses secara online pada 5 Agustus 2020 https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/23/092732720/permintaan-produk-organik-di-indonesia-meningkat.
Komentar
Posting Komentar